just another day…

September 6, 2008

Tatapan mata itu…

Filed under: Uncategorized — daysea @ 1:51 am and

Aku menemukan keteduhan di sana.

Aku menemukan kedamaian di sana.

Aku menemukan penghargaan di sana.

Aku menemukan diriku di sana.

Di bola matanya yang hitam dan bening.

 

Kata orang, mata adalah jendela hati.

 

Di mata kita temukan kejujuran.

Di mata kita temukan ketulusan.

Di mata kita temukan dirinya.

Yang sebenar-benarnya.

 

Aku takkan pernah melupakan tatapan mata itu.

Di satu malam di bawah rintik gerimis.

Mata itu menatapku.

Tajam.

Dalam.

Mata itu menatapku.

Lama.

Luka…

 

Ada duka yang kusampaikan ke mata itu.

Ada luka yang kutitipkan ke mata itu.

Ada dusta yang kusembunyikan dari mata itu.

Ada cinta yang kutiupkan ke mata itu.

 

Di mata itu.

Di matanya.

Ada diriku tertambat di sana…

 

(Ciracas satu malam setahun lalu dengannya bukan milikku)

August 27, 2008

Apa isi kepalaku saat ini?

Filed under: Uncategorized — daysea @ 6:08 am and

Proposal Pelatihan Al Bayan belum dibuat. Cepat…cepat…cepat… Besok presentasi tentang kegiatan di ELC. SMILE dan Al Bayan. Koq proposal Al Bayan belum ada? Gimana acaranya ntar? Aduuuh… (malah nulis blog?)

SMILE udah OK. Tinggal surat2 ke IA. Hmmm…su-rat-su-rat-su. Minta map, blocknote, bolpen, (Skalian buat Al Bayan. Hmm…musti cetak ney), buku2 PE umum & Divaro buat goodybag, katalog anak & Divaro, planner & tas kertas Esis OK, planner & tas kertas Esensi buat Divaro (lho koq ga nyambung yah? Ah…ngabisin stock aja lah *ngirit mode ON* huehehehe)

Batik yang coklat kemaren cantik loh. Apa musti kembali ke sana aja yah? Tapi mahal euy. Ya iyalah… Batik Keris gitu loh (masa gitu dunk?)

Segelas iced-mint-chocolate Bakerzine kayanya enak juga :p Yeee kamu kan ga boleh makan coklat, Des! Ingat…14 jenis pantanganmu! Huh…hidup sekali koq sengsara amat.

Mereka apa kabar yah? Lamo tak jumpo. Hummm… foto2nya belum aku kirim. Hihihi maap mas, masih (sok) sibuk ney. Sial! Di sms manggil Bu lagi. Emang sejak kapan aku merit ama Bapakmu?

Ini namanya flexy cover. Kalo hardcover kan pake board. Yang ini ga pake board cuman ukurannya lebih besar dari ukuran isi, kaya hard cover gitu. Ooo… dan Abdul terus aja nyerocos tentang berat kertas. Aku? Mana tau. Tapi musti belajar. B-e-l-a-j-a-r. Ingat2 itu, Des! In case of… (pindah ke penerbit lain, jadi PPC, ato kerja di percetakan!)

Gaji 3,150 juta itu gede ga sih? Ga gede, Des. Buat seorang *biiiiippp* gaji segitu mah kecil, kata Veri. Aku masih ingat kata2 ini loh. Hmm…ga gede yah? Dulu…duullluuuuu banget bagiku itu gede (tapi ga pake banget). Mungkin perbandingannya ke aku kali ya (buat saat itu). Terang aja!

Si Bapak itu udah pulang belum ya? Ato jangan2 masih di cabang? Aah…sms si *biiiipppp* ah. Kayaknya Sabtu. (Udah gitu doang. Jawaban apa itu? Huh…nyesel deh 100 perakku. Hehehe itungan banget…dasar Hitachi!)

Motor gimana motor? Ahhh…wait and see ajalah. Toh udah hampir ½ bulan ga ada kabar. Orang kalo punya niatan baek pasti ngubungin kamu, Des. Kalo ga punya? Ya wallahualam. GH bilang 92,5% orang itu baek. Jadi jangan ragu2 ngasih kredit & plafon ke orang. (Waduh Pak, saya gak cuman ngasih kredit dan plafon. Hibah dan infaq juga. Lalu yang termasuk 92,5% itu siapa yah? Saya ato dia?)

Iiihhh…pengen benerin naga ney. Udah lama juga. Udah setaunan kaleee.

Pulang…pulang…pulang. Nulis blog aja kerjamu.

Terlalu mahal perusahaan ini membayar Anda!

Mana ada orang chatting dan buka friendster digaji?

Tidak mengerti saya dengan Anda, Bu Desi!

Kalau gampang, biar kusuruh si *biiiipppp* aja buat ngerjain itu.

Kecuali…kalo kau kira2 sudah seperti aku…

Berapa skor kau?

(Hehehe…ternyata kalo lagi overload pikiran bisa kemana2 yah :D Peace!)

August 25, 2008

KYTD: Kekasih Yang Tak Dianggap

Filed under: Uncategorized — daysea @ 4:56 am and

(Satu malam di kostan Bro…) Si Kyai Gendheng nanya apa saya punya lagunya Pinkan Mambo yang berjudul Kekasih yang Tak Dianggap. Hmm…kayanya seh punya. Kayanya seh sama mbaknya dimasukin ke hape saya sebagai bonus pembelian. Tapi kayanya lho. Lha wong saya ga dong lagunya yang mana. Lagian saya juga ga begitu suka Pinkan Mambo (dan lagunya). Wis ra ayu tur kakehan pethingsing :-)) Pernah dulu saya masang lagunya Pinkan yang berjudul Dirimu Dirinya sebagai RBT (nada sambung) di hape saya. Hasilnya? Setiap kali nDuty telpon, dia langsung mual-mual. Suara pantat, katanya. Abis itu saya ganti dengan lagunya Opick…dan ga ada yang protes! Tapi gantian saya yang panas dingin, ga kuat karna kebanyakan dosa huahahahaha.

Kemaren iseng-iseng saya cobain lagu-lagu yang ada di hape saya. Penasaran aja. Eeh…ternyata lirik KYTD unik juga yah? Perhatikan ini.

aku mentari tapi tak menghangatkanmu
aku pelangi tak memberi warna di hidupmu
aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yang hilang ditelan kegelapan

selalu itu yangg kau ucapkan padaku

reff:
sebagai kekasih yang tak dianggap
aku hanya bisa mencoba mengalah
menahan setiap amarah

aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan

repeat reff

sebagai kekasih yang tak dianggap
aku hanya bisa mencoba bersabar
ku yakin kau kan berubah

repeat reff

Hehehe…unik kan? Si Kyai bilang kalo lagu itu benernya bukan dinyanyiin ma Pinkan buat pertama kalinya. Tapi justru jadi ngetopnya setelah dinyanyiin ma Pinkan. Apa karena Pinkannya udah ngetop duluan yah? Yang jelas di hape saya emang ada 2 versi lagu itu seh. Satu dinyanyiin ma Pinkan Mambo. Satunya lagi dinyanyiin ma Kertas Band. Aransemennya pun lumayan beda koq. Pinkan Mambo seh kita tau. Tapi siapa Kertas Band ini? 

Kertas Band berasal dari Palembang-Sumsel dan digawangi oleh Rizal (vokal), Radha (gitar), Andit (drum), Endra (bas) dan Argha (gitar). Band ini terbentuk sejak pertengahan Mei 2005. Prestasinya lumayan banyak. Salah satunya, sang vokalis Rizal dianugerahi The Best Vocalist Festival Cyberb Tech Universitas Bina Dharma 2004 dan jadi 3 Besar Dream Band 2005 untuk Jakarta dan Bandung. Mengapa memilih nama Kertas? Menurut sang vokalis, ‘Kertas’ adalah lembar yang berguna; media untuk menulis; menorehkan pikiran dan isi hati. Kertas adalah media yang netral: bisa dihitamkan, bisa dibirukan, atau dengan warna apapun. Di masa depan, mereka berharap Kertas bisa menjadi sesuatu yang berguna (klise banget dah)

Sabtu, 2 Desember 2006, di Planet Hollywood, Jakarta, Kertas Band merilis album perdana mereka yang berjudul “Kekasih Yang Tak Dianggap.” Dalam proses kelahiran album perdananya ini, Kertas didukung oleh beberapa musisi seniornya seperti Adith The Fly, Benny Vena, Ian Protonema, Heydie Ibrahim eks Power Slaves, DD Crow Roxx, dan Andy Juliet.

Menurut Internet, Kertas Band sekarang udah ganti nama jadi Armada gara-gara ribut sama publisher (??? emang buku? Produser kaleee) lagunya. Biarpun lagu2nya diklaim masih sama bagusnya, saya belum pernah denger lagu2nya Armada tuh.

Video klip "Kekasih yang Tak Dianggap"nya Pingkan Mambo berlatar pantai/laut dan menggambarkan wanita yang mencintai pria (judulnya sih ‘kekasih’ tapi di video klipnya kaya suami-istri). Sayangnya, pria itu tidak mencintainya (ato ntah dijodohin ato apalah itu) dan wanita itu "…hanya bisa mencoba mengalah, menahan setiap amarah". Sang pria itu pergi berlayar. Ketika pulang, pria itu berubah mencintai dan menyayanginya. Ternyata, wanita itu hanya bermimpi. Rombongan pelaut itu berlayar pulang, tetapi pria itu tak ada di sana. Wanita itu bertanya kepada para pelaut lain. Tak ada satupun yang tahu. Wanita itupun menangis. Rambutnya dibelai oleh pria yang sudah tak nampak lagi itu. Hehehe…Indonesia banget ga seh :-))

Anyway, ini lagu boleh juga koq didengerin terutama buat mereka yang ngerasa senasib sepenanggungan dengan liriknya. Kalo ga suka desahannya Pinkan (yang ga banget dan agak2 nahan2 apa gitu), dengerin aja versi Kertas Band yang sedikit Melayu2 gimanaaa. Please enjoy & keep on listening.

(Heran juga saya, bisa2nya si Kyai Gendheng itu seneng ma lagu ini. Ck…ck…ck…)

July 21, 2008

How deep is your love?

Filed under: Uncategorized — daysea @ 2:42 am and

A few days ago I wrote in my blog about “a cheating boyfriend”. I wrote it because my sister’s question was really annoying and it drove me write the answer here. The result was superb…unexpected I might say. Most of my writing (source) came from Internet. Yet, I didn’t quote it at the end of the writing..but who cares? This is my blog. All writings here are under my responsibility. Whatever stated here are poured expression of my thought –my opinion- and my heart –my feeling. Very personal. Until one day someone protested what I’ve written down here. And here is his writing (or confession?) …

AN OTHER JOURNEY……..A.G. I am a procrastinator. That is just who I am. For some unknown reason, I always end up leaving things for the last minute, especially…..DC… Umm… middle… nah, I never did that. Me? Never! You can imagine how hard it is to resist the temptation to cheat while I am sitting in my room with a rather large cup, really a jug, of coffee at two in the morning – trying to somehow come up which is due the next day. Well, this was the situation about three YEARS ago, when at around one in the morning I was just beginning to write a 10-page essay about A GIRL CALLED “DC”. Why was I starting it now, the night before it’s due? Well, that’s a whole other discussion. For those of who have pulled all-nighters in the past, you know how difficult it is to actually think clearly after drinking two cups of coffee in the middle of the night. But yes, this was all my fault. I do not know why, maybe it was because I was tired or because I did not want to think I knew that this was the only thing that could save me. But then I thought about how my mother would react if she knew that I had cheated, how my teacher would FEEL Breaking this honor code would mean destroying everything that I have worked for all these years. So, with some good old caffeine and the feeling that I was doing the right thing, I managed to write an 11-page essay ON THIS GIRL I have to admit, though, , I was tired, but also very proud of myself. Three weeks later,. It seemed like not one of us had a clue of what was going on. I will probably never forget the look on MY GIRLS face when. She came to know the truth.. with such anger and disappointment that I felt like I had committed a crime I knew nothing about. “Girls, I graded your pieces on, and I have to say that I was absolutely shocked and disappointed with several of you.SPECIALLY WITH “ DC” Did you honestly think TO GET away with it? Plagiarism, girls, is cheating. You have cheated me, the LOVE, and you have cheated yourselves.” It is hard to explain the thoughts that were running through my mind as she was speaking. My friends were being punished for the same thing that I nearly did myself! I later found out that there WAS word for word. DC thought SHE had the "easy way out," but boy, SHE WAS in for a surprise! After many meetings with HER,( ON THE NET AND PHONE) I was extremely happy, and although it was done at the last minute, I knew that I deserved it and worked hard for it. As for the girl DC who cheated, HER grades were lowered BY GOD, , and SHE WAS placed on….. Worst of all, SHE lost the(MY) teacher’s trust, which I think, is the worst punishment of all. It is not worth it to cheat. Cheating is hurting yourself, and why would you want to do that? You know, it takes a lifetime to gain someone’s trust, and only a second to lose it. So guys, make the right decisions. And as for my procrastination problem… well, that will go away before I start AN OTHER JOURNEY , I hope! A.G.

At first I was sooooo mad about this. He wrote as if I’ve just done an unforgiven sin. What the f@*k he’s talking (writing) about? I didn’t mean to…but hell…suddenly I laughed a lot. I realised there’s a mistake. A stupid mistake of a b(p)ig headed man. LOL. He thought that I wrote about him. Very funny. And I should say this : Sorry about it … but it’s nop about you. Yes, it’s about my ex, but not you. You’re just one of them. Hahaha. Silly thing, stupid mistake, stupid man. But well thanks, at least I know how deep you love(d) me.

I decided to delete my writing. Also I deleted him from my friend(s) list ^_^ I don’t wanna my past be an obstacle for my future. As what Master Oogway said to Po in Kung Fu Panda: yesterday is a history, tomorrow is a mystery, today is a gift. That’s why we call it present.

June 30, 2008

CBR: Sekarang dan Dulu

Filed under: Uncategorized — daysea @ 5:36 am and

Saya pernah sangat menginginkan sesuatu. CBR. Dua tahun lalu saya liat motor itu di Cijantung. Gila…itu motor idaman, man! Cuma 150cc tapi tongkrongannya bak kuda besi Pedrosa. Keren abis. Berhubung warna favorit saya biru, maka CBR biru-hitam itu indah banget. Lagian yang merah-hitam udah banyak yang punya: dari Alfa ampe Supra R. Uhmm…tapi yang kuning-hitam boleh juga. Toh sama2 CBR. Hehehe…gak konsisten.

Tapi itu dulu. Sekarang CBR udah banyak yang punya. Meski prestise impornya masih terasa (bandingkan dengan Satria yang kini diproduksi lokal), CBR bukan lagi motor eksklusif. Liat aja di jalan, banyak kan yang make CBR. Ato itung aja di parkiran Mal Cijantung (yang -katanya- Mal di Jakarta yang paling nggak banget) ada berapa CBR nangkring di situ? Banyak booo…

CBR. CBR. CBR. Tiga huruf yang dulu slalu jadi idaman. Tapi itu dulu. Sekarang? Nggak lagi lah. Slain ada mainan baru yang lebih menarik =)) motor masuk dalam 10 besar benda yang paling saya benci di Jakarta. Mo tau knapa?

  1. Bikin macet. Pertambahan sepeda motor di Jakarta setiap hari mencapai empat kali
    mobil. Sepeda motor bertambah 897 unit dan mobil 220 unit per hari.
    Data yang ada menyebutkan pertumbuhan kendaraan di Jakarta mencapai 9,5
    persen per tahun, tetapi penambahan panjang jalan hanya 0,01 persen per
    tahun. Kenyataan tersebut membuat kemacetan di Ibukota menjadi
    bertambah parah.
  2. Bikin polusi. Saat ini jumlah kendaraan bermotor di DKI Jakarta sekitar 5,8 juta
    unit. Dari jumlah itu, 5,7 juta unit atau 98,5 persen adalah kendaraan
    pribadi dan 86.435 unit atau 1,5 persen adalah kendaraan umum.
    Kendaraan pribadi yang jumlahnya 98,5 persen ini melayani 44 pesen
    perjalanan, sedangkan angkutan umum yang jumlahnya hanya 1,5 persen
    harus melayani 56 persen perjalanan, di antaranya 3 persen dilayani KRL
    Jabodetabek.
    Bisa bayangkan berapa banyak asap yang memenuhi jalanan ibukota tiap harinya?
  3. Bikin tukang ojek makin banyak. Belum ada data yang
    jelas, tetapi ribuan bahkan puluhan ribu tukang ojek saat ini
    diperkirakan memadati badan jalan di hampir setiap ruas jalan di
    Jakarta. Sepintas, motor-motor mereka yang berjajar di bahu jalan
    terlihat rapi, tetapi hal itu menyebabkan semakin parahnya kemacetan di
    Ibu Kota.
  4. Bikin kredit macet. Kredit konsumtif seperti kepemilikan sepeda motor di Indonesia meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir. Pemberian
    kredit yang terlalu mudah adalah penyebabnya. Namun menurut para ahli,
    kondisi ini bukan pertanda baik bagi perekonomian Indonesia.

    Data menunjukkan, mudahnya pengucuran membuat tingkat kredit macet
    meningkat. 
    Kredit sepeda motor pada 2007 mencapai Rp 50 triliun dengan
    tingkat kemacetan tiga hingga empat persen. Ketika terjadi perlambatan ekonomi, biasanya mulai terjadi kredit macet jenis konsumtif.

  5. Bikin orang lupa diri. Mudahnya kredit bikin orang berlomba-lomba mengambil kredit kepemilikan sepeda motor. Orang tidak memperhitungkan tingkat kemampuannya membayar. Sebagai contoh, rata-rata mereka membayar uang muka satu unit sepeda
    motor seharga Rp 11 juta sebesar Rp 1 juta dan angsuran mulai Rp 400
    ribu. Namun sebagian orang merasa kesulitan membayarnya. Berapa target penghasilan seorang tukang ojek jika ia dituntut untuk membayar cicilan segitu plus menghidupi diri (dan anak istri)?
  6. Bikin orang jadi belagu :-) Ini setali tiga uang dengan nomer 5 di atas. Udah nggak punya duit (tabungan kamsudnya), blum tau bisa nyicil nggak…eeh ngambil motor! Dipake nampang pula. Alamakjaaan!

Emang sih saya blum pernah liat ada tukang ojek bawa CBR (gak tau deh kalo ojek pribadi hehehe). Yang jelas, biaya perawatan dan bahan bakarnya mahal dan (mungkin) gak nutup setoran. Itu pula yang bikin saya berkesimpulan CBR emang masih berkelas. Tapi koq saya udah mati rasa ama benda satu ini ya?

So, CBR isn’t my cup of tea anymore dear…

Next Page »

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.