(Satu malam di kostan Bro…) Si Kyai Gendheng nanya apa saya punya lagunya Pinkan Mambo yang berjudul Kekasih yang Tak Dianggap. Hmm…kayanya seh punya. Kayanya seh sama mbaknya dimasukin ke hape saya sebagai bonus pembelian. Tapi kayanya lho. Lha wong saya ga dong lagunya yang mana. Lagian saya juga ga begitu suka Pinkan Mambo (dan lagunya). Wis ra ayu tur kakehan pethingsing :-)) Pernah dulu saya masang lagunya Pinkan yang berjudul Dirimu Dirinya sebagai RBT (nada sambung) di hape saya. Hasilnya? Setiap kali nDuty telpon, dia langsung mual-mual. Suara pantat, katanya. Abis itu saya ganti dengan lagunya Opick…dan ga ada yang protes! Tapi gantian saya yang panas dingin, ga kuat karna kebanyakan dosa huahahahaha.
Kemaren iseng-iseng saya cobain lagu-lagu yang ada di hape saya. Penasaran aja. Eeh…ternyata lirik KYTD unik juga yah? Perhatikan ini.
aku mentari tapi tak menghangatkanmu
aku pelangi tak memberi warna di hidupmu
aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yang hilang ditelan kegelapan
selalu itu yangg kau ucapkan padaku
reff:
sebagai kekasih yang tak dianggap
aku hanya bisa mencoba mengalah
menahan setiap amarah
aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan
repeat reff
sebagai kekasih yang tak dianggap
aku hanya bisa mencoba bersabar
ku yakin kau kan berubah
repeat reff
Hehehe…unik kan? Si Kyai bilang kalo lagu itu benernya bukan dinyanyiin ma Pinkan buat pertama kalinya. Tapi justru jadi ngetopnya setelah dinyanyiin ma Pinkan. Apa karena Pinkannya udah ngetop duluan yah? Yang jelas di hape saya emang ada 2 versi lagu itu seh. Satu dinyanyiin ma Pinkan Mambo. Satunya lagi dinyanyiin ma Kertas Band. Aransemennya pun lumayan beda koq. Pinkan Mambo seh kita tau. Tapi siapa Kertas Band ini?
Kertas Band berasal dari Palembang-Sumsel dan digawangi oleh Rizal (vokal), Radha (gitar), Andit (drum), Endra (bas) dan Argha (gitar). Band ini terbentuk sejak pertengahan Mei 2005. Prestasinya lumayan banyak. Salah satunya, sang vokalis Rizal dianugerahi The Best Vocalist Festival Cyberb Tech Universitas Bina Dharma 2004 dan jadi 3 Besar Dream Band 2005 untuk Jakarta dan Bandung. Mengapa memilih nama Kertas? Menurut sang vokalis, ‘Kertas’ adalah lembar yang berguna; media untuk menulis; menorehkan pikiran dan isi hati. Kertas adalah media yang netral: bisa dihitamkan, bisa dibirukan, atau dengan warna apapun. Di masa depan, mereka berharap Kertas bisa menjadi sesuatu yang berguna (klise banget dah)
Sabtu, 2 Desember 2006, di Planet Hollywood, Jakarta, Kertas Band merilis album perdana mereka yang berjudul “Kekasih Yang Tak Dianggap.” Dalam proses kelahiran album perdananya ini, Kertas didukung oleh beberapa musisi seniornya seperti Adith The Fly, Benny Vena, Ian Protonema, Heydie Ibrahim eks Power Slaves, DD Crow Roxx, dan Andy Juliet.
Menurut Internet, Kertas Band sekarang udah ganti nama jadi Armada gara-gara ribut sama publisher (??? emang buku? Produser kaleee) lagunya. Biarpun lagu2nya diklaim masih sama bagusnya, saya belum pernah denger lagu2nya Armada tuh.
Video klip "Kekasih yang Tak Dianggap"nya Pingkan Mambo berlatar pantai/laut dan menggambarkan wanita yang mencintai pria (judulnya sih ‘kekasih’ tapi di video klipnya kaya suami-istri). Sayangnya, pria itu tidak mencintainya (ato ntah dijodohin ato apalah itu) dan wanita itu "…hanya bisa mencoba mengalah, menahan setiap amarah". Sang pria itu pergi berlayar. Ketika pulang, pria itu berubah mencintai dan menyayanginya. Ternyata, wanita itu hanya bermimpi. Rombongan pelaut itu berlayar pulang, tetapi pria itu tak ada di sana. Wanita itu bertanya kepada para pelaut lain. Tak ada satupun yang tahu. Wanita itupun menangis. Rambutnya dibelai oleh pria yang sudah tak nampak lagi itu. Hehehe…Indonesia banget ga seh :-))
Anyway, ini lagu boleh juga koq didengerin terutama buat mereka yang ngerasa senasib sepenanggungan dengan liriknya. Kalo ga suka desahannya Pinkan (yang ga banget dan agak2 nahan2 apa gitu), dengerin aja versi Kertas Band yang sedikit Melayu2 gimanaaa. Please enjoy & keep on listening.
(Heran juga saya, bisa2nya si Kyai Gendheng itu seneng ma lagu ini. Ck…ck…ck…)