just another day…

May 22, 2008

Ketika MU menang (lagi)…

Filed under: Uncategorized — daysea @ 4:21 am and

“Congratulations Man-U” Begitu bunyi sms yang saya terima pagi ini, 22/05/08 05.41am, dari +4478705031XX. Singkat padat jelas. Singkat, karena jagoannya kalah duluan. Coba kalo Liverpool yang udah 5x juara itu menang lagi. Bukan cuma sms yang bakal saya terima, tapi telp yang bisa2 nyampe sejam lamanya cuman buat ngebanggain The Reds-nya itu. Padat, karena mo ngomong apa lagi coba? Man-U emang digdaya. Abis nyabet gelar juara di Premiere League, kini juara Liga Champions yang ke-3x nya lagi. Trus, jelas. Ya iyalah…jelas2 qta beda haluan. Pokoknya kalo mulai eyel2an soal bola, KLIK, hape langsung saya matiin. Ga peduli dia mo nelp dari luar negri kek, dari luar angkasa kek, sabodo teuing!

Heran juga ya kesenengan saya ama bola koq makin menjadi2. Tapi saya juga males kalo dibilang “gara2 ketularan si anu tuh” ato “ya kan sama…ama itu tuh” Huh…nggaklah yauwww.

Sebenarnya, cewe suka bola bukanlah hal baru ato aneh. Dulu pas masih kuliah, ada temen cewe yang gila bola. Mati2an ia belain Juventus sampe2 rela dipanggil Jupe. Coba kalo sekarang, ngamuk2 kali ya dipanggil gitu: Jupe=juragan pe… (lanjutin ndiri :p ) Idolanya Alessandro Del Pierro tapi ia juga seneng ama David Ginola apalagi pas difoto bugil. Ampir 3 taun lalu, sebelah cubical saya dihuni editor cewe, jilbaban, tapi kalo bicara soal bola…bujubune…ga ada yang bisa ngalahin dah. Liverpool adalah cinta matinya, sampe2 di wallpapernya terpampang Xabi Alonso dalam berbagai bentuk: padat, cair, dan gas!

Saya benernya juga bukan pecandu bola. Lebih tepat kalo dibilang penikmat aja. Saya ingat pas di London dulu, saya ama temen2 nonton Liga Champions: Chelsea vs Barcelona. Berbondong2lah kami naik tube menuju Stamford Bridge. To be honest, saya bukan pendukung The Blues. Pun bukan pendukung Los Azulgranas. Saya ikutan nonton hanya karna murid2 dari Spanyol yang cakepnya audzubillah itu pada bolos dan pergi mendukung pujaannya. Dari pada di kelas yang bosennya ampun2an, mana gurunya ga ada cakep2nya lagi, ngikutlah saya ke sana. Lumayan booo… (Sedikit) senggol kanan, sentuh kiri huehehehe mak nyuuus.

Pada dasarnya dan pada intinya, saya suka MU. Dengan semangat perjuangan 45 dan nilai-nilai luhur Pancasila, berangkatlah saya ke Old Trafford, sendirian, naek bis 6 jam. B@ng$@#…kalo ga karna ingat status saya yang economically temporary immigrant, pastilah saya udah naek Ryan Air, maskapai murah meriah ala Lion Air tapi aman ga kaya Adam Air :D (NB: saya anti Chelshit! meski saat itu supporternya The Blues juga berangkat ke sono nyarter train) Hasilnya? Seri 1-1. Huh…ga seru. Dan kegilaan itupun masih berlanjut dengan menyambangi Fly Emirates, masih dalam Barclays English Premier League, meski saya juga ga minat ama The Gunners maupun Pompeys.

Aaah…kebolaan saya bukan karena ketularan meski tuduhan virusnya berasal dari biang bola negara Erlangga ini. Mungkin hanya kebetulan aja kalo favoritnya sama. Mungkin :) Yang jelas, statement ketidaksukaan Bro dengan ABUnya (Asal Bukan United) ga kan ngaruh ama saya karna football is MU. Toh, setidaknya kami sepakat juga soal ABC=Asal Bukan Chelshit! Anything But Chelshit!! Buat fansnya The Blues: jangan marah, toh kalian setidaknya masih punya satu sekutu, ade saya, yang memuja The Special One tapi ga tau deh gimana sekarang setelah ia hengkang dari Stamford.

May 14, 2008

Apa (merek) Hapemu?

Filed under: Uncategorized — daysea @ 4:20 am and

Sambil bikinin ketoprak pesenan saya, si abang nanya,"Mbak, bisa nyetting 3G nggak?"
Ups…sontak saya mlongo. Setengah ga yakin saya balik nanya,"Hah…3G apaan, Bang?
"Ini mbak, Nokia N95 saya," katanya sambil ngerogoh N95 yang masih dibungkus plastik dari kantong celananya.

Alamakjaaan! Saya jadi takjub. Bayangkan! Si abang tukang ketoprak yang biasa mangkal di ujung gang kost-an saya punya N95? Bujubune…dahsyat man!

Bukan hendak meremehkan penghasilan atau status si abang, tapi "benda" itu lho yang bikin saya takjub. Setau saya N95 adalah hape canggih yang punya kemampuan super. Lebih lengkapnya liat sini deh.

Saya jadi ingat pas di Solo dulu. Saya pernah kerja jadi kurir salah satu operator selular. Kerjaan saya nganterin surat tagihan hape. Salah satu pelanggan adalah pemilik toko listrik yang udah kawakan, cukup besar dan -tentu saja- kaya. Saya nganterin 8 surat ke situ tiap bulan. Artinya, ada 8 orang yang tagihannya ia bayari per bulannya. Hapenya? Nokia 6150. (kalo ga tau, itu hape zaman kuda gigit besi yang segede gaban, bisa buat ganjel truk ato nimpuk jaing, dan antenenya bisa buat garuk2 idung kalo pas gatel).

Sering saya mikir, orang-orang kaya tuh hapenya malah biasa aja. Ga pake kamera, ga bisa nge-net, ga bisa mms, malah kadang ga berwarna. Tapi soal pemakaian…jangan tanya. Rata2 mereka make pascabayar jadi ga bakal keabisan pulsa. Tagihan ratusan ribu atau jutaan pun ho-oh aja. Lha wong buat bisnis, lagian mereka2 juga yang bayar. Sebaliknya, liat aja hape ABG sekarang. Canggiiiiih booo. Macem-macem lagi bentuknya. Kalo yang pulsanya ga abis2 bisa dipastiin itu fasilitas ortu. Ato kalo duit jatah ortu pas2an, pulsa Rp 0,- ga masalah yang penting gaya.

Hape mahal udah pasti komplit fasilitasnya. Hape begitu (asumsinya) dibikin buat mereka yang emang bakal gunain fasilitas2 itu. Sayangnya, yang terjadi malah salah kaprah. Hape canggih jadi identitas. Bagian dari gaya hidup. Penentu status sosial. Kartun Benny & Mice: Talk About Hape (penerbit Nalar, 2008) adalah sindiran yang kocak skaligus tajam tentang kondisi ini.

Inilah Jakarta. Kota seribu mimpi, seribu janji. Fenomena hape hanya sebagian dari paradoks kehidupan masyarakat urban metropolitan.

Tidak salah punya hape canggih dan mahal. Sapa tau emang ga beli kaya si abang ini,"Dibeliin adik saya koq, Mbak. Ia kan di pelayaran. Belinya pas di Afrika. Ga ada bahasa Indonesianya jadi saya nggak ngerti."

Tanda-Tanda Salah Pacar

Filed under: Uncategorized — daysea @ 3:20 am and

1. Lebih Banyak Berkorban
Cinta memang butuh pengorbanan. Korban waktu, pulsa, materi dan juga perasaan. Persoalannya, setelah dihitung-hitung, kok pengorbanannya lebih banyak Anda daripada dia ya? Memang, dalam suatu hubungan tidak boleh menghitung untung-rugi, tapi kalau Anda yang lebih banyak berkorban, sedangkan dia hanya terima jadi, enggak fair juga. Anda mau mengorbankan waktu Anda dengan teman dan keluarga demi dia, sayangnya ia tidak pernah melakukannya untuk Anda.

2. Teman Mulai Menjauh
Sebelum ia menjadi kekasih, teman-teman mengelilingi Anda. Keadaan berubah seratus delapan puluh derajat saat Anda menjalin cinta dengan dia. Satu per satu sahabat Anda menghilang. Menjauhi Anda. Jangan buru-buru menyalahkan teman-teman Anda. Mungkin sikap mereka dilatarbelakangi oleh sikap yang sejak mempunya kekasih dia, Anda bukan teman yang asyik lagi.

3. Sahabat Enggan Membicarakannya
Ketika Anda membicarakan dia, ekspresi dan body language sahabat Anda terlihat resah. Mulai rajin melihat jam tangan seakan-akan dia tidak betah berlama-lama ngobrol dengan Anda. Atau setiap kali Anda menyebut nama Si Dia dan bersemangat menceritakan betapa hebatnya si dia, sahabat Anda mengalihkan pembicaraan atau hanya menanggapi seadanya, “Oh…ehmmm, oh gitu..”

4. Hubungan Panas Dingin
Di awal-awal hubungan, Anda dan dia pasangan seru dan hangat. Tapi, makin ke sini, dia berubah cuek dan dingin. Anda pasti bertanya-tanya, “Apa ada yang salah dengan saya?” Mengapa dia mulai berubah? Itu pertanda yang jelas dia belum mau berhubungan serius dengan Anda. Ketika ia melihat Anda begitu bersemangat menjalani hubungan, dia merasa tidak enak hati. Tak heran sikapnya jadi berubah seperti itu. Kalau Anda ingin hubungan yang mantap dengannya, maaf saja, Anda telah salah pilih orang.

5. Terlalu Banyak Usaha
Anda seringkali terlalu usaha untuk sekadar bertemu dia. Anda selalu menemukan cara untuk bisa ke kantor dan tempat tinggalnya, entah itu sengaja makan di resto dekat kantornya atau tiba-tiba datang ke tempatnya untuk memberi sesuatu. Bahkan, Anda rela bersusah payah mengatur perjalanan untuk bertemu dengannya di tempat dinas di luar kota. Padahal, kalau boleh jujur, ia tidak menanggapi dengan antusias semua usaha Anda itu.

6. Hidup Anda Terkekang
Anda yang super aktif, independen, penuh semangat tiba-tiba berubah menjadi orang yang tergantung dan tunduk kepadanya. Anda tidak bisa pergi ke tempat yang diinginkan sesuka hati. Atau, beraktivitas sesuai minat, tanpa seizin dia. Kalaupun boleh, kerap disertai persyaratan, salah satunya, Anda harus pergi bersama dia. Tak hanya itu, pergaulan Anda juga mendapat pengawasan ketat darinya. Koleksi teman Anda diseleksi. Ia tak segan-segan menginterogasi Anda layaknya polisi kalau Anda tertangkap basah sedang makan siang bersama rekan kantor pria. Masak sih, Anda mau buang-buang waktu dengan pria pengekang seperti ini?

7. Berat Tubuh Susut
Berat tubuh Anda sebelum dan setelah jadian dengannya susut 3-4 kg. Ada dua kemungkinan terjadinya penyusutan ini. Anda mati-matian diet demi memenuhi standar tubuh ideal di matanya - maklum dia sering mengritisi bobot Anda yang menurut dia overload - atau penyebabnya Anda sering makan hati lantaran memikirkan sikap dan perilakunya terhadap Anda yang seringkali nyelekit.

8. Tidak Pede
Anda selalu merasa menyesal telah salah pilih gaun, aksesori, bahkan kata-kata, setiap habis bertemu dengannya. “Kok tadi dia diam saja ya? Jangan-jangan aku salah kostum nih. Atau mungkin kata-kataku menyinggung perasaannya?” Stop mencari-cari kesalahan sendiri! Kehadiran seorang pasangan semestinya dapat mendongkrak rasa percaya diri dan menenangkan Anda. Bukan malah sebaliknya, membuat Anda selalu merasa serba salah dan takut.

9. Suami Orang
Wah, kalau kekasih Anda adalah suami orang, itu tanda yang jelas Anda telah salah pilih orang. Sudah tahu dia punya istri, Anda masih mau jadi pacarnya. Lelaki tak bebas alias berstatus suami orang memang sangat menarik hati. Tapi awas! Mereka ini suka obral janji, egois tanpa memikirkan perasaan Anda. Hubungan akan dibawa sesuka hatinya. Ia tidak akan mau berkomitmen dengan Anda. Jadi percuma saja Anda menunggu dirinya untuk menceraikan istrinya, karena itu jarang sekali terjadi.

(Sumber: Kompas online, Kamis, 8 Mei 2008)

Got 6 of 9…well…proudly I made a correct decision! Thanks Lord…

May 10, 2008

Lupakan Itu “Win-Win Solution”

Filed under: Uncategorized — daysea @ 12:51 am and

Saya adalah penentang keras win-win solution. Buat saya, prinsip itu hanyalah omong kosong, it’s just cock and bull story. Ga ada itu win-win solution. Faktanya: semua orang bersaing. Semua orang pengen menang. Konsekuensinya, harus ada yang kalah. Harus ada yang di-kalah-kan. Teori Darwin, survival of the fittest, barangkali adalah dalil ilmiah yang paling bisa meretas prinsip ini.

Buat saya, win-win solution mencerminkan kelembekan prinsip. Tidak punya pendirian. Tidak tau berdiri di mana, memihak siapa. Bayangkan! Semua orang senang. Semua orang menang. Apa bedanya ama A B/I S alias Asal Bapak/Ibu Senang? Bapak/Ibu puas karena (tidak) semua beres, saya puas karena mereka tau semua (seolah) beres. Kebohongan. Ketidakjujuran. SDM = Selamatkan Diri Masing-masing.

Tung Desem Waringin bilang kalo prinsip #8 menjadi milyarder adalah Win Win Solution. Dia menang, saya menang. Saya menang, dia menang. Lalu, siapa yang kalah? Bukankah dalam pertandingan harus ada yang kalah untuk bisa menyebut yang lain itu menang? Prinsip binary opposition, kan. Tua-muda, lama-baru, menang-kalah. Kalo dua2nya menang dan tidak ada yang kalah, sama aja dengan seri. Sebuah pertandingan yang berakhir dengan seri tidaklah menarik. Tidak ada kemajuan. Tidak berkembang. Liat aja klasemen terakhir MU-Chelsea yang sama2 mengantongi 84 poin. Emang sih, bikin orang penasaran. Bikin orang bertanya2 dan terus ngikutin. Tapi ujung2nya orang mo tau juga siapa yang lebih unggul, kan? Alias siapa yang akan menang.

Hidup adalah perjuangan. Kalo ga ada yang diperjuangkan, qta udah mati dlm hidup. Mati suri. Qta memperjuangkan hidup demi sesuatu. Kalo dalam film The Barnyard, great man stands for himself, greater man stands for others. Mempertahankan diri dan kawanan ternak dari serangan serigala, seperti yang dilakukan Ben dan (lalu) Otis adalah tujuan mulia. Selalu ada tujuan untuk menang. Mengalahkan kawanan serigala: membunuh atau dibunuh. Dan emang begitulah hukum rimba. Yang kuat, yang menang. Menang. Selalu ada kata “menang” di akhir cerita.

You’re the fighter you’ve got the fire
The spirit of a warrior, the champion’s heart
You fight for your life because the fighter never quits
You make the most of the hand you’re dealt
Because the quitter never wins
No!
(The Warrior’s Code - Dropkick Murphys)

May 3, 2008

Berdamai dengan Masa Lalu

Filed under: Uncategorized — daysea @ 2:05 am and

Tami bilang, “Bukunya Clara Ng bagus lho, Mbak. Judulnya Gerhana Kembar.” Saya cuman nanggepin, “O ya?” Bukan apa-apa. Saya sadar diri kalo saya masih punya “utang” baca setumpuk buku di meja belajar, dari Bukan Eropa-nya Edward Said yang cuma beberapa lembar ampe Cultural Studies-nya Chris Barker yang setebel gaban. Busyet…ga kelar2 juga ni bacaan. Dan terlupakanlah Clara Ng itu…

Satu hari saya ke Gramed ama Bro. Iseng aja saya liat cover belakang novel Clara Ng. Ternyata pernah dimuat sebagai cerbung di Kompas, ya? Tertulis: ada 4 hal yang bisa dilakukan, yaitu kembali pada Ibu, jujur pada diri sendiri, memaafkan, dan berdamai dengan masa lalu. Saya jadi inget beberapa kali Bro bilang kalo saya MUSTI berdamai dengan masa lalu. Beberapa kali….tapi saya cuman bilang “iya deh” dan take it for granted as usual…dasar ndableg!

Kembali pada Ibu? Udah. Di tulisan lalu, saya udah cerita gimana sekarang saya jadi lebih deket ama Ibu, kan? Jujur pada diri-sendiri? Udah juga. Sayang, karena pribadi dan menyinggung beberapa orang, saya putuskan untuk tidak menuliskannya di sini. Sorry… :) Memaafkan? Hmmm…kayanya yang ini belum 100% deh. Jujur, saya belum bisa memaafkan diri sendiri atas apa yang terjadi 2 taun belakangan ini. Ibarat OrBa yang membangun dinastinya atas kemapanan semu, saya pun menikmati 2 taun terakhir ini dalam kesemuan. Sebuah ketololan yang luar biasa. Harusnya saya udah sadar sejak taun lalu. Tapi ya… itulah. Cinta itu buta dan membutakan, kata Bro. Hasilnya? TG, kalo kata nDuty. Terlahir Goblog!

Sulit emang untuk memaafkan. Lebih sulit lagi untuk berdamai dengan masa lalu. Saya sekarang bukan lagi saya yang dulu. Ibarat sudah jatuh ketimpa tangga, terinjak-injak pula. Manusiawi kalo saya nyalahin diri sendiri. Nyalahin masa lalu. Tapi saya juga tau itu bukan penyelesaian.

HP saya bunyi. Sebuah sms.
“Saatnya bangkit dari keterpurukan. Selesaikan satu per satu yang terdekat. Waktu terus berjalan, tenggat mendekat, buang murungmu, tenangkan dirimu biar fokus dan punya tenaga buat beresin semuanya.” (20/04/08 11.25 am)

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.