just another day…

August 27, 2008

Apa isi kepalaku saat ini?

Filed under: Uncategorized — daysea @ 6:08 am and

Proposal Pelatihan Al Bayan belum dibuat. Cepat…cepat…cepat… Besok presentasi tentang kegiatan di ELC. SMILE dan Al Bayan. Koq proposal Al Bayan belum ada? Gimana acaranya ntar? Aduuuh… (malah nulis blog?)

SMILE udah OK. Tinggal surat2 ke IA. Hmmm…su-rat-su-rat-su. Minta map, blocknote, bolpen, (Skalian buat Al Bayan. Hmm…musti cetak ney), buku2 PE umum & Divaro buat goodybag, katalog anak & Divaro, planner & tas kertas Esis OK, planner & tas kertas Esensi buat Divaro (lho koq ga nyambung yah? Ah…ngabisin stock aja lah *ngirit mode ON* huehehehe)

Batik yang coklat kemaren cantik loh. Apa musti kembali ke sana aja yah? Tapi mahal euy. Ya iyalah… Batik Keris gitu loh (masa gitu dunk?)

Segelas iced-mint-chocolate Bakerzine kayanya enak juga :p Yeee kamu kan ga boleh makan coklat, Des! Ingat…14 jenis pantanganmu! Huh…hidup sekali koq sengsara amat.

Mereka apa kabar yah? Lamo tak jumpo. Hummm… foto2nya belum aku kirim. Hihihi maap mas, masih (sok) sibuk ney. Sial! Di sms manggil Bu lagi. Emang sejak kapan aku merit ama Bapakmu?

Ini namanya flexy cover. Kalo hardcover kan pake board. Yang ini ga pake board cuman ukurannya lebih besar dari ukuran isi, kaya hard cover gitu. Ooo… dan Abdul terus aja nyerocos tentang berat kertas. Aku? Mana tau. Tapi musti belajar. B-e-l-a-j-a-r. Ingat2 itu, Des! In case of… (pindah ke penerbit lain, jadi PPC, ato kerja di percetakan!)

Gaji 3,150 juta itu gede ga sih? Ga gede, Des. Buat seorang *biiiiippp* gaji segitu mah kecil, kata Veri. Aku masih ingat kata2 ini loh. Hmm…ga gede yah? Dulu…duullluuuuu banget bagiku itu gede (tapi ga pake banget). Mungkin perbandingannya ke aku kali ya (buat saat itu). Terang aja!

Si Bapak itu udah pulang belum ya? Ato jangan2 masih di cabang? Aah…sms si *biiiipppp* ah. Kayaknya Sabtu. (Udah gitu doang. Jawaban apa itu? Huh…nyesel deh 100 perakku. Hehehe itungan banget…dasar Hitachi!)

Motor gimana motor? Ahhh…wait and see ajalah. Toh udah hampir ½ bulan ga ada kabar. Orang kalo punya niatan baek pasti ngubungin kamu, Des. Kalo ga punya? Ya wallahualam. GH bilang 92,5% orang itu baek. Jadi jangan ragu2 ngasih kredit & plafon ke orang. (Waduh Pak, saya gak cuman ngasih kredit dan plafon. Hibah dan infaq juga. Lalu yang termasuk 92,5% itu siapa yah? Saya ato dia?)

Iiihhh…pengen benerin naga ney. Udah lama juga. Udah setaunan kaleee.

Pulang…pulang…pulang. Nulis blog aja kerjamu.

Terlalu mahal perusahaan ini membayar Anda!

Mana ada orang chatting dan buka friendster digaji?

Tidak mengerti saya dengan Anda, Bu Desi!

Kalau gampang, biar kusuruh si *biiiipppp* aja buat ngerjain itu.

Kecuali…kalo kau kira2 sudah seperti aku…

Berapa skor kau?

(Hehehe…ternyata kalo lagi overload pikiran bisa kemana2 yah :D Peace!)

August 25, 2008

KYTD: Kekasih Yang Tak Dianggap

Filed under: Uncategorized — daysea @ 4:56 am and

(Satu malam di kostan Bro…) Si Kyai Gendheng nanya apa saya punya lagunya Pinkan Mambo yang berjudul Kekasih yang Tak Dianggap. Hmm…kayanya seh punya. Kayanya seh sama mbaknya dimasukin ke hape saya sebagai bonus pembelian. Tapi kayanya lho. Lha wong saya ga dong lagunya yang mana. Lagian saya juga ga begitu suka Pinkan Mambo (dan lagunya). Wis ra ayu tur kakehan pethingsing :-)) Pernah dulu saya masang lagunya Pinkan yang berjudul Dirimu Dirinya sebagai RBT (nada sambung) di hape saya. Hasilnya? Setiap kali nDuty telpon, dia langsung mual-mual. Suara pantat, katanya. Abis itu saya ganti dengan lagunya Opick…dan ga ada yang protes! Tapi gantian saya yang panas dingin, ga kuat karna kebanyakan dosa huahahahaha.

Kemaren iseng-iseng saya cobain lagu-lagu yang ada di hape saya. Penasaran aja. Eeh…ternyata lirik KYTD unik juga yah? Perhatikan ini.

aku mentari tapi tak menghangatkanmu
aku pelangi tak memberi warna di hidupmu
aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yang hilang ditelan kegelapan

selalu itu yangg kau ucapkan padaku

reff:
sebagai kekasih yang tak dianggap
aku hanya bisa mencoba mengalah
menahan setiap amarah

aku sang bulan tak menerangi malammu
aku lah bintang yg hilang ditelan kegelapan

repeat reff

sebagai kekasih yang tak dianggap
aku hanya bisa mencoba bersabar
ku yakin kau kan berubah

repeat reff

Hehehe…unik kan? Si Kyai bilang kalo lagu itu benernya bukan dinyanyiin ma Pinkan buat pertama kalinya. Tapi justru jadi ngetopnya setelah dinyanyiin ma Pinkan. Apa karena Pinkannya udah ngetop duluan yah? Yang jelas di hape saya emang ada 2 versi lagu itu seh. Satu dinyanyiin ma Pinkan Mambo. Satunya lagi dinyanyiin ma Kertas Band. Aransemennya pun lumayan beda koq. Pinkan Mambo seh kita tau. Tapi siapa Kertas Band ini? 

Kertas Band berasal dari Palembang-Sumsel dan digawangi oleh Rizal (vokal), Radha (gitar), Andit (drum), Endra (bas) dan Argha (gitar). Band ini terbentuk sejak pertengahan Mei 2005. Prestasinya lumayan banyak. Salah satunya, sang vokalis Rizal dianugerahi The Best Vocalist Festival Cyberb Tech Universitas Bina Dharma 2004 dan jadi 3 Besar Dream Band 2005 untuk Jakarta dan Bandung. Mengapa memilih nama Kertas? Menurut sang vokalis, ‘Kertas’ adalah lembar yang berguna; media untuk menulis; menorehkan pikiran dan isi hati. Kertas adalah media yang netral: bisa dihitamkan, bisa dibirukan, atau dengan warna apapun. Di masa depan, mereka berharap Kertas bisa menjadi sesuatu yang berguna (klise banget dah)

Sabtu, 2 Desember 2006, di Planet Hollywood, Jakarta, Kertas Band merilis album perdana mereka yang berjudul “Kekasih Yang Tak Dianggap.” Dalam proses kelahiran album perdananya ini, Kertas didukung oleh beberapa musisi seniornya seperti Adith The Fly, Benny Vena, Ian Protonema, Heydie Ibrahim eks Power Slaves, DD Crow Roxx, dan Andy Juliet.

Menurut Internet, Kertas Band sekarang udah ganti nama jadi Armada gara-gara ribut sama publisher (??? emang buku? Produser kaleee) lagunya. Biarpun lagu2nya diklaim masih sama bagusnya, saya belum pernah denger lagu2nya Armada tuh.

Video klip "Kekasih yang Tak Dianggap"nya Pingkan Mambo berlatar pantai/laut dan menggambarkan wanita yang mencintai pria (judulnya sih ‘kekasih’ tapi di video klipnya kaya suami-istri). Sayangnya, pria itu tidak mencintainya (ato ntah dijodohin ato apalah itu) dan wanita itu "…hanya bisa mencoba mengalah, menahan setiap amarah". Sang pria itu pergi berlayar. Ketika pulang, pria itu berubah mencintai dan menyayanginya. Ternyata, wanita itu hanya bermimpi. Rombongan pelaut itu berlayar pulang, tetapi pria itu tak ada di sana. Wanita itu bertanya kepada para pelaut lain. Tak ada satupun yang tahu. Wanita itupun menangis. Rambutnya dibelai oleh pria yang sudah tak nampak lagi itu. Hehehe…Indonesia banget ga seh :-))

Anyway, ini lagu boleh juga koq didengerin terutama buat mereka yang ngerasa senasib sepenanggungan dengan liriknya. Kalo ga suka desahannya Pinkan (yang ga banget dan agak2 nahan2 apa gitu), dengerin aja versi Kertas Band yang sedikit Melayu2 gimanaaa. Please enjoy & keep on listening.

(Heran juga saya, bisa2nya si Kyai Gendheng itu seneng ma lagu ini. Ck…ck…ck…)

WPMU Theme pack by WPMU-DEV.