Tatapan mata itu…
Aku menemukan keteduhan di sana.
Aku menemukan kedamaian di sana.
Aku menemukan penghargaan di sana.
Aku menemukan diriku di sana.
Di bola matanya yang hitam dan bening.
Kata orang, mata adalah jendela hati.
Di mata kita temukan kejujuran.
Di mata kita temukan ketulusan.
Di mata kita temukan dirinya.
Yang sebenar-benarnya.
Aku takkan pernah melupakan tatapan mata itu.
Di satu malam di bawah rintik gerimis.
Mata itu menatapku.
Tajam.
Dalam.
Mata itu menatapku.
Lama.
Luka…
Ada duka yang kusampaikan ke mata itu.
Ada luka yang kutitipkan ke mata itu.
Ada dusta yang kusembunyikan dari mata itu.
Ada cinta yang kutiupkan ke mata itu.
Di mata itu.
Di matanya.
Ada diriku tertambat di sana…
(Ciracas satu malam setahun lalu dengannya bukan milikku)